Bebas Finansial / Financial Freedom,
tentu merupakan suatu kondisi yang menjadi impian semua orang di dunia.
Dapat menikmati hidup tanpa lagi dipusingkan oleh masalah keuangan, terutama masalah 'kekurangan' uang merupakan gambaran dari pernyataan 'Bebas Finansial' ini.
Bebas Finansial yang akan kita bahas di bawah ini secara spesifik merupakan sebuah kondisi dimana penghasilan pasif Anda dapat melampaui pengeluaran rutin bulanan Anda, sehingga menghasilkan surplus yang terus dapat Anda gulung dalam aset-aset investasi yang tentunya akan semakin membuat pundi kekayaan Anda gemuk seiring berjalannya waktu.
Bebas Finansial yang akan kita bahas di bawah ini secara spesifik merupakan sebuah kondisi dimana penghasilan pasif Anda dapat melampaui pengeluaran rutin bulanan Anda, sehingga menghasilkan surplus yang terus dapat Anda gulung dalam aset-aset investasi yang tentunya akan semakin membuat pundi kekayaan Anda gemuk seiring berjalannya waktu.
Namun apakah semua orang tahu bagaimana cara untuk mencapai kondisi tersebut?
Apakah semua orang tahu bagaimana cara uang bekerja dalam dunia nyata sehari-hari?
Sayangnya, ternyata justru banyak orang bahkan tidak mengerti akan peraturan dasar 'permainan' keuangan, sehingga bukannya berjalan menuju kebebasan finansial, kebanyakan orang justru berjuang setiap harinya dalam masalah keuangan bahkan terjebak lilitan utang.
Ini mungkin dikarenakan hal-hal tersebut belum sempat diajarkan dalam bangku sekolah pada zaman mereka dahulu, termasuk saya, dan kita berharap di masa yang akan datang pelajaran krusial ini akan mengisi pokok bahasan utama dalam sistem pendidikan di negara kita tentunya.
Lebih parahnya lagi, di rumah, para orang tua kita pun umumnya kurang sadar akan pentingnya mengajarkan perencanaan keuangan yang benar kepada anak-anak mereka.
Dalam ulasan ini, kita akan sama-sama menilik sekilas apa saja yang diperlukan untuk dapat menjadi bebas finansial.
Pentingnya menjadi 'melek finansial' sebelum dapat mencapai kebebasan finansial merupakan suatu tahap yang wajib dan tidak dapat dihindari.
Saya ingin berbagi mengenai bagaimana menjadi melek finansial di kehidupan modern saat ini, dan saya juga mendorong Anda untuk lebih banyak mempelajari sumber-sumber lain mengenai update dunia keuangan di era modern terutama dalam negara kita, Indonesia.
Langkah awal menuju melek finansial tentunya ialah dengan mengetahui secara tepat dimana posisi Anda saat ini dalam peta jalan menuju sukses keuangan.
Apakah Anda telah memiliki kebiasaan untuk mencatat semua aliran dana masuk maupun keluar?
Tahukah Anda kemana mengalirnya setiap rupiah yang keluar dari saku Anda?
Jika jawabannya tidak, maka ini ialah PR pertama Anda.
Catatlah setiap pengeluaran Anda setiap hari, telusuri kemana perginya uang Anda, apakah untuk membangun aset? atau hanya sekedar menguap begitu saja untuk hal-hal yang tidak Anda butuhkan.
Setelah Anda mengetahui semua aliran dana dari dan menuju saku Anda, ukurlah kekuatan finansial Anda saat ini. Seberapa sehat kondisi keuangan Anda? Berapa besar uang yang dapat Anda sisihkan setiap bulannya untuk dapat diinvestasikan? Apakah penghasilan Anda saat ini sudah cukup digunakan sebagai bekal untuk memulai perjalanan bebas finansial Anda? atau malah masih kurang sehingga Anda tidak dapat menyisihkannya sama sekali bahkan harus berhutang untuk menyambung nyawa setiap bulannya?
Anda perlu jujur terhadap laporan keuangan Anda, sehat atau tidakkah kondisi keuangan Anda saat ini?
Jika jawabannya tidak sehat, maka segera lakukan perombakan dalam kebiasaan Anda terutama kebiasaan berbelanja Anda sebelum Anda menggali lubang kubur yang semakin dalam.
Telusuri semua pengeluaran rutin Anda dan sebisa mungkin pangkas semua pengeluaran yang tidak Anda butuhkan. Pilah-pilah mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan Anda.
Fokuskan diri pada keamanan finansial terlebih dahulu dengan mengesampingkan daftar belanja 'keinginan' Anda.
Setelah Anda selesai dengan divisi pengeluaran, saatnya Anda beralih pada divisi penghasilan. Apakah penghasilan yang Anda dapatkan saat ini sudah cukup untuk memenuhi daftar belanja kebutuhan Anda? Jika tidak cukup, maka saatnya untuk Anda mulai mencari pekerjaan sampingan sebagai tambahan penghasilan sembari mempertimbangkan apakah pekerjaan utama Anda saat ini masih layak untuk dipertahankan.
Pekerjaan sampingan ini dapat Anda kerjakan di akhir pekan maupun secara online sehari-hari tanpa mengganggu pekerjaan utama Anda. Jangan katakan tidak mungkin karena selama Anda mau berusaha dan menggunakan kreatifitas Anda, ladang penghasil uang bisa Anda temukan dimana saja dan modal utamanya tidak melulu uang itu sendiri.
Ingat, banyak sekali orang sukses justru berawal dari pekerjaan sampingan mereka.
Pekerjaan tidak harus selalu full time namun yang penting ialah full heart dikerjakan.
Anda perlu jujur terhadap laporan keuangan Anda, sehat atau tidakkah kondisi keuangan Anda saat ini?
Jika jawabannya tidak sehat, maka segera lakukan perombakan dalam kebiasaan Anda terutama kebiasaan berbelanja Anda sebelum Anda menggali lubang kubur yang semakin dalam.
Telusuri semua pengeluaran rutin Anda dan sebisa mungkin pangkas semua pengeluaran yang tidak Anda butuhkan. Pilah-pilah mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan Anda.
Fokuskan diri pada keamanan finansial terlebih dahulu dengan mengesampingkan daftar belanja 'keinginan' Anda.
Setelah Anda selesai dengan divisi pengeluaran, saatnya Anda beralih pada divisi penghasilan. Apakah penghasilan yang Anda dapatkan saat ini sudah cukup untuk memenuhi daftar belanja kebutuhan Anda? Jika tidak cukup, maka saatnya untuk Anda mulai mencari pekerjaan sampingan sebagai tambahan penghasilan sembari mempertimbangkan apakah pekerjaan utama Anda saat ini masih layak untuk dipertahankan.
Pekerjaan sampingan ini dapat Anda kerjakan di akhir pekan maupun secara online sehari-hari tanpa mengganggu pekerjaan utama Anda. Jangan katakan tidak mungkin karena selama Anda mau berusaha dan menggunakan kreatifitas Anda, ladang penghasil uang bisa Anda temukan dimana saja dan modal utamanya tidak melulu uang itu sendiri.
Ingat, banyak sekali orang sukses justru berawal dari pekerjaan sampingan mereka.
Pekerjaan tidak harus selalu full time namun yang penting ialah full heart dikerjakan.
Tanamlah komitmen dalam diri Anda untuk mencapai target dasar keuangan Anda yaitu, memiliki cashflow yang surplus setiap bulannya. Artinya penghasilan bulanan Anda dapat melampaui pengeluaran rutin kebutuhan hidup Anda, sehingga Anda dapat mulai menyisihkan sebagian dana lebih dari penghasilan Anda untuk mulai diinvestasikan pada instrumen-instrumen yang dapat mengantarkan Anda pada bebas finansial nantinya.
Pada tahap awal kondisi surplus cashflow ini, Anda dapat mulai menabung dana lebih tersebut setiap bulannya ke dalam rekening khusus yang tidak memiliki ATM, lebih baik lagi jika tidak dikenakan biaya administrasi, sehingga aman dari jangkauan diri Anda sendiri untuk digunakan pada hal-hal yang bersifat konsumtif ( tergoda karena merasa memiliki uang lebih ).
Target awal dari fase surplus cashflow ini ialah mengumpulkan DANA DARURAT yang wajib Anda miliki, besarnya ialah 6-12 x pengeluaran rutin bulanan Anda.
Fungsi dari dana darurat ini sendiri ialah seperti namanya , sebagai cadangan dana likuid yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat untuk Anda bertahan hidup paling tidak selama 6 bulan jika Anda terpaksa harus kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan Anda, atau jika Anda terpaksa harus menjalani pengobatan karena sakit yang tidak terduga ( dengan asumsi Anda belum memiliki asuransi kesehatan untuk melindungi Anda dari kerugian ekonomi seperti ini ).
Setelah pundi dana darurat Anda terisi penuh, maka saatnya beralih fokus untuk mengalirkan kelebihan dana Anda pada instrumen investasi yang terjangkau dan dapat menghasilkan return yang cukup untuk menghantarkan Anda sesuai target menuju bebas finansial.
Jika jumlah dana lebih Anda masih relatif sedikit, maka sasaran yang paling masuk akal untuk menginvestasikan dana Anda ialah pada instrumen ETF, atau jika Anda mencari kemudahan Anda bisa menggunakan instrumen reksadana / mutual fund.
Anda dapat menanyakan etf atau reksadana apa saja yang memiliki performa puncak serta direkomendasikan kepada Financial / Wealth Planner Anda, Anda juga dapat bertanya pada Bankir funding kepercayaan Anda untuk hal ini.
Dalam investasi ini, tergantung pada profil resiko dan jangka waktu investasi yang Anda rencanakan, maka pilihan instrumen investasi yang tepat dapat diputuskan.
Sebagai contoh, jika Anda masih berusia kisaran 20-30 th dan memiliki profil resiko yang dinamik , mengharapkan pertumbuhan yang cukup tinggi dalam portofolio investasi Anda, pilihan reksadana saham merupakan pilihan yang tepat bagi Anda.
Karena cocok untuk diinvestasikan dalam jangka panjang ( 5-10 tahun ) serta memberikan imbal hasil yang tinggi pada umumnya.
Namun jika usia Anda sudah mencapai 50th an, maka produk semacam deposito / fixed income dengan bunga yang tinggi atau reksadana pendapatan tetap cocok untuk menjadi pilihan Anda.
Nah sebelum menentukan instrumen investasi dengan karakteristik dan proyeksi imbal hasil yang berbeda-beda serta memiliki resiko yang berbeda pula, selain menyesuaikan dengan profil resiko Anda dan usia serta rencana periode investasi yang Anda inginkan, tentu Anda perlu terlebih dahulu memiliki target yang spesifik akan jumlah pertumbuhan dana investasi yang Anda inginkan di masa yang akan datang serta kapan tepatnya Anda ingin target tersebut tercapai.
Tentu hal ini dengan memperhitungkan lifestyle yang Anda inginkan nantinya jika Anda telah mencapai kondisi bebas finansial Anda.
Sebagai contoh, saat ini Anda berada di usia 25 th dan menginginkan untuk pensiun atau bebas secara keuangan di usia 55 th.
Target lifestyle yang Anda inginkan saat Anda pensiun dan bebas secara keuangan nanti ialah senilai Rp 20.000.000,- jika dinilai dengan uang pada saat ini.
Artinya saat usia pensiun nanti Anda harus memiliki sejumlah dana / aset yang akan menjadi dana abadi dan dapat menghasilkan income senilai Rp 20.000.000,- setiap bulannya jika dinilai dengan uang di saat ini.
Dengan mengasumsikan adanya inflasi rata-rata sebesar 7% per tahunnya, maka lifestyle seharga Rp 20.000.000 per bulan saat ini 30th dari sekarang ( saat Anda usia 55 th ) akan menjadi sebesar Rp 152.250.000,- per bulan.
Jika mengasumsikan instrumen investasi yang Anda gunakan dapat menghasilkan pertumbuhan tetap sebesar 12% per tahunnya, dan tingkat inflasi diasumsikan stabil rata-rata 7% per tahun, maka Dana Abadi yang harus Anda miliki 30th dari sekarang untuk dapat menghasilkan Rp 152.250.000,- setiap bulan saat Anda berusia 55th dan seterusnya ialah sebesar Rp 36.540.000.000,-
Artinya jika Anda telah merencanakan untuk memiliki Dana Abadi sebesar 36,5 Milyar itu sejak Anda berusia 25th, maka dana yang harus Anda investasikan secara sekaligus pada instrumen yang menghasilkan return 12% per tahun ( compounding ) saat Anda berusia 25 th ialah Rp 1.220.000.000,-
Atau jika Anda belum memiliki dana investasi sama sekali ketika berusia 25th , Anda dapat mulai berinvestasi secara berkala dengan memasukkan Rp 10.500.000,- setiap bulannya ke dalam instrumen investasi dengan return 12% per tahun, maka dana investasi Anda akan menjadi 36,5 Milyar pada saat usia Anda 55th nantinya dan dapat digunakan sebagai Dana Abadi yang menghasilkan income untuk memenuhi lifestyle Anda di masa pensiun nanti.
Lalu bagaimana jika dana investasi kita sudah cukup besar, apakah kita terus hanya akan berinvestasi pada ETF dan reksadana saja?
Jika dana investasi Anda sudah cukup besar, saya menganjurkan Anda untuk mulai berinvestasi pada 'real estate' atau bahasa lainnya ialah aset yang sebenarnya, yaitu properti.
Karena dengan berinvestasi properti Anda tidak hanya dapat mengharapkan kenaikan capital gain atas investasi Anda namun juga dapat menerima cashflow atau aliran income dari properti sewa Anda.
Apalagi Anda bisa menggunakan leverage dari bank untuk membeli aset yang satu ini.
Tentunya dibutuhkan pengetahuan dan pembelajaran khusus terlebih dahulu sebelum Anda dapat terjun ke dalam medan investasi properti. Saran saya mintalah advis pada Konsultan Keuangan dan Investasi Anda yang memang berkompeten dalam bidang investasi ini sebelum Anda menanamkan uang Anda.
Sederhana bukan, memang pada kenyataannya akan tidak semudah teori untuk mewujudkan rencana bebas keuangan Anda di kehidupan nyata. Tapi percayalah, dengan fokus dan komitmen pada pengumpulan kekayaan, maka niscaya Anda pasti dapat mencapainya. Selalu ingat rumusan penting golongan kaya, selalu berusaha tingkatkan penghasilan Anda dan prioritaskan untuk membayar diri Anda terlebih dahulu dengan menyisishkan sebagian income ke dalam kolom aset dan investasi Anda baru penuhi kolom pengeluaran Anda, lakukan secara disiplin dan konsisten selangkah demi selangkah, pintu menuju bebas finansial akan terbuka lebar bagi Anda.
Jika Anda membutuhkan konsultasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana konstruktif menuju bebas finansial versi Anda sendiri, Anda dapat menghubungi saya untuk bimbingan selanjutnya. Jadikan petualangan pengumpulan kekayaan sebagai petualangan harian yang menyenangkan =D
Salam Benas Finansial!
Giovanni Marco
Lionheart Financial Consultant
24BF8BEA
082122927916
www.lionheart.co.id
Pada tahap awal kondisi surplus cashflow ini, Anda dapat mulai menabung dana lebih tersebut setiap bulannya ke dalam rekening khusus yang tidak memiliki ATM, lebih baik lagi jika tidak dikenakan biaya administrasi, sehingga aman dari jangkauan diri Anda sendiri untuk digunakan pada hal-hal yang bersifat konsumtif ( tergoda karena merasa memiliki uang lebih ).
Target awal dari fase surplus cashflow ini ialah mengumpulkan DANA DARURAT yang wajib Anda miliki, besarnya ialah 6-12 x pengeluaran rutin bulanan Anda.
Fungsi dari dana darurat ini sendiri ialah seperti namanya , sebagai cadangan dana likuid yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat untuk Anda bertahan hidup paling tidak selama 6 bulan jika Anda terpaksa harus kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan Anda, atau jika Anda terpaksa harus menjalani pengobatan karena sakit yang tidak terduga ( dengan asumsi Anda belum memiliki asuransi kesehatan untuk melindungi Anda dari kerugian ekonomi seperti ini ).
Setelah pundi dana darurat Anda terisi penuh, maka saatnya beralih fokus untuk mengalirkan kelebihan dana Anda pada instrumen investasi yang terjangkau dan dapat menghasilkan return yang cukup untuk menghantarkan Anda sesuai target menuju bebas finansial.
Jika jumlah dana lebih Anda masih relatif sedikit, maka sasaran yang paling masuk akal untuk menginvestasikan dana Anda ialah pada instrumen ETF, atau jika Anda mencari kemudahan Anda bisa menggunakan instrumen reksadana / mutual fund.
Anda dapat menanyakan etf atau reksadana apa saja yang memiliki performa puncak serta direkomendasikan kepada Financial / Wealth Planner Anda, Anda juga dapat bertanya pada Bankir funding kepercayaan Anda untuk hal ini.
Dalam investasi ini, tergantung pada profil resiko dan jangka waktu investasi yang Anda rencanakan, maka pilihan instrumen investasi yang tepat dapat diputuskan.
Sebagai contoh, jika Anda masih berusia kisaran 20-30 th dan memiliki profil resiko yang dinamik , mengharapkan pertumbuhan yang cukup tinggi dalam portofolio investasi Anda, pilihan reksadana saham merupakan pilihan yang tepat bagi Anda.
Karena cocok untuk diinvestasikan dalam jangka panjang ( 5-10 tahun ) serta memberikan imbal hasil yang tinggi pada umumnya.
Namun jika usia Anda sudah mencapai 50th an, maka produk semacam deposito / fixed income dengan bunga yang tinggi atau reksadana pendapatan tetap cocok untuk menjadi pilihan Anda.
Nah sebelum menentukan instrumen investasi dengan karakteristik dan proyeksi imbal hasil yang berbeda-beda serta memiliki resiko yang berbeda pula, selain menyesuaikan dengan profil resiko Anda dan usia serta rencana periode investasi yang Anda inginkan, tentu Anda perlu terlebih dahulu memiliki target yang spesifik akan jumlah pertumbuhan dana investasi yang Anda inginkan di masa yang akan datang serta kapan tepatnya Anda ingin target tersebut tercapai.
Tentu hal ini dengan memperhitungkan lifestyle yang Anda inginkan nantinya jika Anda telah mencapai kondisi bebas finansial Anda.
Sebagai contoh, saat ini Anda berada di usia 25 th dan menginginkan untuk pensiun atau bebas secara keuangan di usia 55 th.
Target lifestyle yang Anda inginkan saat Anda pensiun dan bebas secara keuangan nanti ialah senilai Rp 20.000.000,- jika dinilai dengan uang pada saat ini.
Artinya saat usia pensiun nanti Anda harus memiliki sejumlah dana / aset yang akan menjadi dana abadi dan dapat menghasilkan income senilai Rp 20.000.000,- setiap bulannya jika dinilai dengan uang di saat ini.
Dengan mengasumsikan adanya inflasi rata-rata sebesar 7% per tahunnya, maka lifestyle seharga Rp 20.000.000 per bulan saat ini 30th dari sekarang ( saat Anda usia 55 th ) akan menjadi sebesar Rp 152.250.000,- per bulan.
Jika mengasumsikan instrumen investasi yang Anda gunakan dapat menghasilkan pertumbuhan tetap sebesar 12% per tahunnya, dan tingkat inflasi diasumsikan stabil rata-rata 7% per tahun, maka Dana Abadi yang harus Anda miliki 30th dari sekarang untuk dapat menghasilkan Rp 152.250.000,- setiap bulan saat Anda berusia 55th dan seterusnya ialah sebesar Rp 36.540.000.000,-
Artinya jika Anda telah merencanakan untuk memiliki Dana Abadi sebesar 36,5 Milyar itu sejak Anda berusia 25th, maka dana yang harus Anda investasikan secara sekaligus pada instrumen yang menghasilkan return 12% per tahun ( compounding ) saat Anda berusia 25 th ialah Rp 1.220.000.000,-
Atau jika Anda belum memiliki dana investasi sama sekali ketika berusia 25th , Anda dapat mulai berinvestasi secara berkala dengan memasukkan Rp 10.500.000,- setiap bulannya ke dalam instrumen investasi dengan return 12% per tahun, maka dana investasi Anda akan menjadi 36,5 Milyar pada saat usia Anda 55th nantinya dan dapat digunakan sebagai Dana Abadi yang menghasilkan income untuk memenuhi lifestyle Anda di masa pensiun nanti.
Lalu bagaimana jika dana investasi kita sudah cukup besar, apakah kita terus hanya akan berinvestasi pada ETF dan reksadana saja?
Jika dana investasi Anda sudah cukup besar, saya menganjurkan Anda untuk mulai berinvestasi pada 'real estate' atau bahasa lainnya ialah aset yang sebenarnya, yaitu properti.
Karena dengan berinvestasi properti Anda tidak hanya dapat mengharapkan kenaikan capital gain atas investasi Anda namun juga dapat menerima cashflow atau aliran income dari properti sewa Anda.
Apalagi Anda bisa menggunakan leverage dari bank untuk membeli aset yang satu ini.
Tentunya dibutuhkan pengetahuan dan pembelajaran khusus terlebih dahulu sebelum Anda dapat terjun ke dalam medan investasi properti. Saran saya mintalah advis pada Konsultan Keuangan dan Investasi Anda yang memang berkompeten dalam bidang investasi ini sebelum Anda menanamkan uang Anda.
Sederhana bukan, memang pada kenyataannya akan tidak semudah teori untuk mewujudkan rencana bebas keuangan Anda di kehidupan nyata. Tapi percayalah, dengan fokus dan komitmen pada pengumpulan kekayaan, maka niscaya Anda pasti dapat mencapainya. Selalu ingat rumusan penting golongan kaya, selalu berusaha tingkatkan penghasilan Anda dan prioritaskan untuk membayar diri Anda terlebih dahulu dengan menyisishkan sebagian income ke dalam kolom aset dan investasi Anda baru penuhi kolom pengeluaran Anda, lakukan secara disiplin dan konsisten selangkah demi selangkah, pintu menuju bebas finansial akan terbuka lebar bagi Anda.
Jika Anda membutuhkan konsultasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana konstruktif menuju bebas finansial versi Anda sendiri, Anda dapat menghubungi saya untuk bimbingan selanjutnya. Jadikan petualangan pengumpulan kekayaan sebagai petualangan harian yang menyenangkan =D
Salam Benas Finansial!
Giovanni Marco
Lionheart Financial Consultant
24BF8BEA
082122927916
www.lionheart.co.id
